Saturday, 14 November 2009

Mobil-mobil Termahal di Dunia Tahun 2009

Mobil-mobil ini super mewah, digilai di seluruh dunia, cepat, dan juga yang termahal di dunia. Inilah daftar 10 mobil termahal di dunia yang bisa Anda miliki saat ini, dari Maybach, Ferrari, Lamborghini, Bugatti, hingga Aston Martin. Meski hanya segelintir orang yang bisa memilikinya, setidaknya kita masih bisa bermimpi untuk memilikinya juga.



10. Maybach 62 Sedan: $390,000




Brand Maybach sudah diperkenalkan pada tahun 1909 dan di tahun 2002 dihidupkan kembali oleh Daimler Chrysler untuk berkompetisi langsung dengan Rolls Royce dan Bentley. Enam tahun kemudian, “Luxury Brand Status Index” memilih Maybach sebagai mobil mewah nomer satu, mengungguli baik Rolls Royce maupun Bentley.


Jika harga jadi indikatornya, Maybach 62 dijual di kisaran US $390.000 (hampir 4 milyar rupiah - jika masuk ke sini harganya bisa dua kali lipatnya), yang US$50.000 lebih mahal dari sebuah Rolls Royce Phantom dan lebih mahal US $200.000 dari Bentley Continental GTC. Sedan super mewah ini ditenagai oleh mesin V12 Twin Turbo 5.5L yang menyemburkan tenaga 612 HP.


Tapi sepertinya Anda tidak akan duduk di belakang kemudinya, itu ditujukan untuk supir Anda. Anda sendiri mungkin sibuk di belakang menelepon kolega bisnis atau malah sibuk berduaan dengan model seperti Luna Maya. Hmmm...

9. Porsche Carrera GT: $420,000


Dari yang super mewah, sekarang kita bicara performa 3,5 detik, Porsche Carrera GT, sebuah mobil sport yang konsepnya jauh berbeda dengan Maybach. Mesinnya hampir mirip, Carrera GT ditenagai oleh mesin V10 5.7L yang menghasilkan daya 612 HP, sama dengan Maybach.


Tapi mengusung nama Porsche berarti performa yang hebat. Carrera GT hanya butuh 3,5 detik untuk mencapai kecepatan 97 km/jam dan menyentuh kecepatan 161 km/jam dalam 6,8 detik.


Supercar kelas menengah yang satu ini cocok untuk yang suka kecepatan dan legal dikebut di jalanan (soalnya kalo bawa mobil Formula 1 di jalan bakal ditangkap polisi). Pengen punya ? Harganya hampir 4,5 milyar, tapi kalo beli di sini siapin aja dana 7-8 milyar.

8. Mercedes-Benz SLR McLaren: $450,000


Meski tahun ini Mercedes menghentikan produksi top roadster ini, orang yang beruntung (baca: kaya) masih bisa memiliki satu di antara 3500 SLR McLaren yang masih available.


Monster jalanan ini sedikit lebih bertenaga dibanding Carrera GT. Mesin yang diusungnya berkonfigurasi V8 5.4L SOHC yang mampu menyemburkan tenaga maksimum hingga 626 HP. Mesin sangar ini sanggup membawa Anda melaju 97 km/jam dalam 3,6 detik. Kecepatannya sendiri dibatasi pada maksimum 333 km/jam.


Harganya udah hampir 5 milyar (entah kalo dibawa kesini jadi berapa - biasanya jadi 2 kali lipatnya, maklum barang super mewah).

7. Koenigsegg CCX: $520,000


Supercar asal Swedia ini merupakan salah satu dari mobil-mobil paling kencang di dunia yang legal dikebut jalanan. Menyentuh kecepatan 97 km/jam (60 mile-per-hour/mph) dari berhenti hanya dalam waktu 3,2 detik.


Ditenagai oleh mesin V8 4.7L dengan dua centrifugal supercharger yang menyemburkan tenaga sebesar 806 HP.


Kalo mau beli, disarankan ambil yang tipe CCXR - dirancang menggunakan biofuel, yang juga turut mendongkrak tenaga supercar cantik ini hingga 25%. Harganya disana hampir 5,5 milyar (entah di sini).


6. Saleen S7 Twin Turbo: $585,000


Supercar ini adalah salah satu dari dua mobil asal Amerika yang termahal dalam daftar ini. S7 Twin Turbo mengusung mesin berkekuatan 750 HP, berkonfigurasi V8 dengan dua turbocharger kembar.


Mesin monster ini sanggup melesatkan supercar cantik California ini hingga 97 km/jam hanya dalam waktu 3,2 detik dan menembus 320 km/jam dari posisi berhenti dalam waktu hanya 27 detik saja!


Berminat ? Tebus saja di Amerika dengan kocek hampir 6 milyar.

5. SSC Ultimate Aero: $620,000


Mungkin namanya sedikit asing di telinga, tapi pada kenyataannya inilah mobil tercepat di seantero jagad yang sudah masuk jalur produksi. Seperti halnya S7 Twin Turbo, supercar ini diproduksi di Amerika oleh Shelby Supercars (SSC).



SSC Ultimate Aero memegang rekor mobil produksi tercepat dengan kecepatan 410 km/jam. Mesinnya berkekuatan 1183 HP, dengan spesifikasi V8 6.35L Twin Turbo. SSC dikabarkan juga memproduksi Ulitmate Aero EV, model all-electric yang lebih ramah lingkungan.

4. Enzo Ferrari: $640,000


Hampir tidak mungkin tidak ada Ferrari dalam daftar seperti ini, dan Enzo Ferrari layak berada di antara mobil-mobil termahal di dunia ini dengan membawa brand mobil paling powerful sepanjang masa.


Enzo, diambil dari nama pendiri Ferrari, adalah supercar bermesin 12 silinder yang menggunakan teknologi Formula 1 untuk konstruksi bodi, sequential transmission, dan pengereman. Hasilnya adalah supercar yang sanggup berakselerasi hingga 97 km/jam dalam waktu 3,14 detik dan kecepatan maksimum 352 km/jam.


Hanya 400 Enzo Ferrari yang diproduksi, dan sepertinya para pemiliknya juga tidak bodoh dan berpikiran untuk menjualnya. Harga yang hampir 7 milyar bakalan ditebus dengan performa dahsyat dan tentu saja nama besar Ferrari.

3. Lamborghini Reventon: $1,300,000


Daftar kita sudah masuk ke kategori mobil jutaan dollar, dan Lamborgini Reventon adalah yang pertama.


Supercar ini adalah mobil limited-edition, yang hanya 20 orang kaya dunia yang bisa mendapatkannya. Peluru jalanan bermesin V12 ini memiliki daya 650 HP, cukup untuk melesatkan Reventon pada kecepatan 97 km/jam dalam 3,4 detik dengan top-speed 336 km/jam.


Harganya disana mencapai 13 milyar, dan kalo Anda tiba-tiba bertemu dengan salah satu dari 20 mobil ini di jalan, camkan baik-baik, mungkin itu adalah momen sekali seumur hidup.

2. Bugatti Veyron: $1,400,000


Tahun lalu, Bugatti Veyron masih menjadi yang termahal di dunia sampai kemudian tahun ini tahtanya digantikan oleh model berikutnya pada daftar ini. Tapi hal itu tidak mengurangi auranya sebagai sebuah mobil impian terbaik dari semua mobil-mobil impian.


Di balik bodinya, bersemayam mesin monster berkonfigurasi W16 dengan daya 987 HP. Mesin ini menembakkan Bugatti Veyron melesat hingga 97 km/jam hanya dalam waktu 2,46 detik! Top speednya dibatasi pada kecepatan 405 km/jam. Lekuk bodinya tidak seperti kebanyakan supercar, dengan gaya brand Bugatti yang khas.


Meski mobil ini bukan lagi mobil termahal di dunia, tapi tetap saja merupakan salah satu yang paling digilai di seluruh dunia. Untuk membawa mobil ini ke garasi, seseorang harus merogoh koceknya 14 milyar!

1. Aston Martin One 77: $1,500,000


Tahta sang termahal di dunia dihuni Raja baru dengan logo Aston Martin. Aston Martin 77 yang akan segera resmi diluncurkan dalam waktu dekat dijual dengan harga US $1,5 Juta dollar (15 milyar lebih) dan hanya diproduksi sebanyak 77 buah dan maaf, sudah sold-out!



Mesinnya berkonfigurasi V12 mampu membawa Aston Martin 77 melesat hingga kecepatan 97 km/jam dalam waktu 3,5 detik dengan kecepatan maksimum dibatasi pada 320 km/jam.


Dengan harga segitu di tempat asalnya, mobil ini bisa berharga lebih dari 20 milyar jika diboyong ke sini. Kalo di sini memang sudah ada yang pesan satu, boleh dong test drive...

Sebenarnya pemegang rekor mobil termahal di dunia tahun ini adalah Ferrari 250GT tahun 1961 yang terjual dengan harga US $11 juta dollar. Tapi mobil ini tergolong mobil sport klasik yang diproduksi sekian puluh tahun yang lalu dan memiliki sejarah tersendiri yang membuatnya sangat mahal. Baca selengkapnya di sini.

sumber : http://aneh-tapi-nyata.blogspot.com/2009/07/mobil-termahal-di-dunia-2009.html

Sunday, 8 November 2009

sepakbola indonesia dan PSSI




beberapa hari yang lalu, saya pagi pagi seperti biasa nonton berita olahraga di tipi(kalo gak dipake nonton spongebob ma ponakan). Tiba tiba, ada berita mengenai kerusuhan sepakbola di indonesia. Waktu itu kalo gak salah partai derby 2 klub kecil dari kota malang di divisi antah berantah. Entah karena kecewa pada keputusan wasit atau gimana gak tau, tiba tiba para pemain mengejar wasitnya sampai ke pinggir lapangan. Wasit itu lalu tertangkap di pinggir lapangan dan dipukuli oleh beberapa pemain dan ofisial tim sebelum akhirnya di lerai.
sungguh sangat disayangkan, ternyata sepakbola indonesia masih seperti itu, beberapa hari sebelumnya suporter PSM makassar juga rusuh karena timnya kalah saat main dikandang pas hari jadinya pula. padahal indonesia lewat PSSInya(yang dipimpin napi) ngotot ingin ikut pemilihan untuk jadi tuan rumah piala dunia 2022. Tapi bila kelakuan suporter dan budaya sepakbola masih seperti sekarang niscaya Indonesia hanya akan mempermalukan diri sendiri jika menjadi tuan rumah piala dunia.
PSSI memang aneh. mungkin karena obsesi ikut piala dunia sulit direalisasikan dengan prestasi maka mereka ngotot mengikutkan indonesia jadi tuan rumah piala dunia(tuan rumah piala dunia ikut kejuaraan secara otomatis tanpa kualifikasi). padahal untuk ikut piala dunia harus mempunyai beberapa stadion yang bertaraf internasional. Indonesia punya berapa??sedangkan untuk membangun atau renovasi stadion, menyiapkan jalur transportasi dan akomodasi yang nyaman bagi ribuan suporter yang akakn hadir tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. sedangkan uang yang dikelola PSSI sangat meragukan kegunaannya. kita tentu masih ingat tentang kasus di piala asia dimana PSSI berhutang pada hotel yang ditempati para pemain hingga berbulan bulan, entah sekarang sudah selesai belum kasus itu.kalo menurut saya dari pada uang itu untuk mempersiapkan indonesia menjadi tuan rumah piala dunia, mending digunakan untuk beasiswa bagi pelajar indonesia,ya gak?sedikit idealis lagi ni

Friday, 6 November 2009

Energi Alternatif itu Bernama Biomassa

Masalah lingkungan sebenarnya memiliki solusi yang berasal dari lingkungan juga. Problem gas rumah kaca dan krisis energi misalnya, bisa dijawab dengan biomassa yang asalmulanya dari alam. Bagaimana bisa?

Gas rumah kaca yang disebabkan oleh bahan bakar fosil, seperti karbon dioksida ketika dilepaskan di atmosfir, keberadaannya akan menghalangi panas yang akan meninggalkan bumi sehingga akan meningkatkan temperature bumi. Bila hal ini terjadi maka maka akan terjadi perubahan iklim yang akan mempengaruhi kualitas kehidupan di lingkungan kita. Selain disebabkan oleh CO2, gas berikut juga memiliki kontribusi dalam pemanasan global, methane (CH4) dan nitrous oksida (N2O). Pembakaran biomassa sebenarnya menghasilkan CO2 tetapi karbon dioksida yang di hasilkan akan distabilisasi dengan serap kembali oleh tumbuhan, sehingga tidak ada penimbuan karbon dioksida dalam atmosfer dan keberadaannya terus seimbang.

Pengingkatan Temperatur

Tahun 1998 merupakan tahun dimana terjadi peningkatan terbesar temperatur. Peningkatan temperatur ini menyebabkan pencairan es di kutub sehingga volume lautan meningkat dan ketingian permukaan laut meningkat 10 sampai 25 cm. Bahkan di prediksi kan tahun 2100 temperatur akan meningkat secara tajam hingga mencapai 6 derajat celcius. Dampak itulah yangmemicu terjadinya bencana alam yang akan menurunkan kualitas hidup manusia.

Untuk mencegah berbagai macam dampak dari pemanasan global, dapat dilakukan dengan mengurangi atau menghentikan proses yang paling besar dalam memicu gas rumah kaca tersebut yaitu pembakaran bahan baker fosil. Pembakaran bahan baker berkaitan erat dengan pemenuhan sector energi bagi peningkatan perekonomian suatu negara. Pengembangan biomasa sebagai sumber energi untuk substitusi bahan bakar bisa menjadi solusi untuk mengurangi beredarnya gas rumah kaca di atmosfer. Dengan penggunaan biomassa sebagai sumber energi maka konsentrasi CO2 dalam atmosfer akan seimbang. Pada waktu yang sama manusia makin menyebabkan peningkatan rumah kaca dengan penebangan hutan secara luas (deforestrisasi) sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap gas CO2. disamping itu hasil hutan yang diperoleh dibakar dan menghasilkan CO2 dan beberapa partikulat matter. Konferensi tentang perubahan iklim telah dilakukan di Kyoto, Jepang pada tahun 1997.

Potensi Biomassa di Indonesia

Indonesia, Sebagai negara agraris yang beriklim tropis memiliki beberapa sumber energi terbarukan yang berpotensi besar, antara lain : energi hidro dan mikrohidro, energi geotermal, energi biomassa, energi surya dan energi angin.

Potensi biomassa yang besar di negara, hingga mencapai 49.81 GW tidak sebanding dengan kapasitas terpasang sebesar 302.4 MW. Bila kita maksimalkan potensi yang ada dengan menambah jumlah kapasitas terpasang, maka akan membantu bahan bakar fosil yang selama ini menjadi tumpuan dari penggunaan energi. Hal ini akan membantu perekonomian yang selama ini menjadi boros akibat dari anggaran subsidi bahan bakar minyak yang jumlahnya melebihi anggaran sektor lainnya.

Energi biomassa menjadi penting bila dibandingkan dengan energi terbaharukan karena proses konversi menjadi energi listrik memiliki investasi yang lebih murah bila di bandingkan dengan jenis sumber energi terbaharukan lainnya. Hal inilah yang menjadi kelebihan biomassa dibandingkan dengan energi lainnya. Proses energi biomassa sendiri memanfaatkan energi matahari untuk merubah energi panas menjadi karbohidrat melalui proses fotosintesis yang selanjutnya diubah kembali menjadi energi panas.

Konversi Biomassa

Penggunaan biomassa untuk menghasilkan panas secara sederhana sebenarnya telah dilakukan oleh nenek moyang kita beberapa abad yang lalu. Penerapannya masih sangat sederhana, biomassa langsung dibakar dan menghasilkan panas. Di zaman modern sekarang ini panas hasil pembakaran akan dikonversi menjadi energi listrik melali turbin dan generator. Panas hasil pembakaran biomassa akan menghasilkan uap dalam boiler. Uap akan ditransfer kedalam turbin sehingga akan menghasilkan putaran dan menggerakan generator. Putaran dari turbin dikonversi menjadi energi listrik melalui magnet magnet dalam generator. Pembakaran langsung terhadap biomassa memiliki kelemahan, sehingga pada penerapan saat ini mulai menerapkan beberapa teknologi untuk meningkatkanmanfaat biomassa sebagai bahan bakar. Beberapa penerapan teknologi konversi yaitu :

  • Densifikasi

Praktek yang mudah untuk meningkatkan manfaat biomassa adalah membentuk menjadi briket atau pellet. Briket atau pellet akan memudahkan dalam penanganan biomassa. Tujuannya adalah untuk meningkatkan densitas dan memudahkan penyimpanan dan pengangkutan. Secara umum densifikasi (pembentukan briket atau pellet) mempunyai beberapa keuntungan (bhattacharya dkk, 1996) yaitu : menaikan nilai kalor per unit volume, mudah disimpan dan diangkut, mempunyai ukuran dan kualitas yang seragam.

  • Karbonisasi

Karbonisasi merupakan suatu proses untuk mengkonversi bahan orgranik menjadi arang . pada proses karbonisasi akan melepaskan zat yang mudah terbakar seperti CO, CH4, H2, formaldehid, methana, formik dan acetil acid serta zat yang tidak terbakar seperti seperti CO2, H2O dan tar cair. Gas-gas yang dilepaskan pada proses ini mempunyai nilai kalor yang tinggi dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan kalor pada proses karbonisasi.

  • Pirolisis

Pirolisis atau bisa di sebut thermolisis adalah proses dekomposisi kimia dengan menggunakan pemanasan tanpa kehadiran oksigen. Proses ini sebenarnya bagian dari proses karbonisasi yaitu roses untukmemperoleh karbon atau aran, tetapi sebagian menyebut pada proses pirolisis merupakan high temperature carbonization (HTC), lebih dari 500 oC. Proses pirolisis menghasilkan produk berupa bahan bakar padat yaitu karbon, cairan berupa campuran tar dan beberapa zat lainnya. Produk lainn adalah gas berupa karbon dioksida (CO2), metana (CH4) dan beberapa gas yang memiliki kandungan kecil.

  • Anaerobic digestion

Proses anaerobic igestion yaitu proses dengan melibatkan mikroorganisme tanpa kehadiran oksigen dalam suatu digester. Proses ini menghasilkan gas produk berupa metana (CH4) dan karbon dioksida (CO2) serta beberapa gas yang jumlahnya kecil, seperti H2, N2, dan H2S. Proses ini bisa diklasifikasikan menjadi dua macam yaitu anaerobic digestion kering dan basah. Perbedaan dari kedua proses anaerobik ini adalah kandungan biomassa dalam campuran air. pada anaerobik kering memiliki kandungan biomassa 25 – 30 % sedangkan untuk jenis basah memiliki kandungan biomassa kurang dari 15 % (Sing dan Misra, 2005).

  • Gasifikasi

Gasifikasi adalah suatu proses konversi untuk merubah material baik cair maupun pada menjadi bahan bakar cair dengan menggunakan temperatur tinggi. Proses gasifikasi menghasilkan produk bahan bakar cair yang bersih dan efisien daripada pembkaran secara langsung, yaitu hidrogen dan karbon monoksida. Gas hasil dapat di bakar secara langsung pada internal combustion engine atau eaktor pembakaran. Melalui proses Fische-Tropsch gas hasil gasifikasi dapat di ekstak menjadi metanol.

Political Will

Semua potensi tersebut tidak bernilai tanpa adanya dukungan dan political will dari pemerintah serta masyarakat luas. Pembentukan tim nasional pengembangan bahan bakar nabati (BBN) dengan menerbitkan blue print dan road map bidang energi untuk mewujudkan pengembangan BBN merupakan langkah yang strategis sehingga dapat dicapai kemandirian energi melalui pengembangan biomassa. Peran serta masyarakat akan sangat membantu dalam pengimplemetasian pengembangan tanaman penghasil bioenergi, sehingga pada akhirnya bangsa ini mampu keluar dari krisis energi dengan pasokan energi bahan bakar nabati yang berkelanjutan


sumber : http://netsains.com/2008/03/energi-alternatif-itu-bernama-biomassa/

Top 10 Ways to Destroy Earth


Whether it took the Earth 4.5 billion years to get to where it is today (or a mere seven days), destroying it might take a lot less time. Sam Hughes presents a host of methods for ending the planet -- and life -- as we know it. Enjoy!

10.existence failure

You will need: nothing

Method: No method. Simply sit back and twiddle your thumbs as, completely by chance, all 200,000,000,000,000,000,000,000,000,000,000,000,000,000,000,000,000 atoms making up the planet Earth suddenly, simultaneously and spontaneously cease to exist. Note: the odds against this actually ever occurring are considerably greater than a googolplex to one. Failing this, some kind of arcane (read: scientifically laughable) probability-manipulation device may be employed.

Utter, utter rubbish.

9.Gobbled up by strangelets

You will need: a stable strangelet

Method: Hijack control of the Relativistic Heavy Ion Collider in Brookhaven National Laboratory, Long Island, New York. Use the RHIC to create and maintain a stable strangelet. Keep it stable for as long as it takes to absorb the entire Earth into a mass of strange quarks. Keeping the strangelet stable is incredibly difficult once it has absorbed the stabilizing machinery, but creative solutions may be possible.

A while back, there was some media hoo-hah about the possibility of this actually happening at the RHIC, but in actuality the chances of a stable strangelet forming are pretty much zero.

Earth's final resting place: a huge glob of strange matter.

8.Sucked into a microscopic black hole

You will need: a microscopic black hole. Note that black holes are not eternal, they evaporate due to Hawking radiation. For your average black hole this takes an unimaginable amount of time, but for really small ones it could happen almost instantaneously, as evaporation time is dependent on mass. Therefore you microscopic black hole must have greater than a certain threshold mass, roughly equal to the mass of Mount Everest. Creating a microscopic black hole is tricky, since one needs a reasonable amount of neutronium, but may possibly be achievable by jamming large numbers of atomic nuclei together until they stick. This is left as an exercise to the reader.

Method: simply place your black hole on the surface of the Earth and wait. Black holes are of such high density that they pass through ordinary matter like a stone through the air. The black hole will plummet through the ground, eating its way to the center of the Earth and all the way through to the other side: then, it'll oscillate back, over and over like a matter-absorbing pendulum. Eventually it will come to rest at the core, having absorbed enough matter to slow it down. Then you just need to wait, while it sits and consumes matter until the whole Earth is gone.

Highly, highly unlikely. But not impossible.

Earth's final resting place: a singularity of almost zero size, which will then proceed to happily orbit the Sun as normal.

Source: "The Dark Side Of The Sun," by Terry Pratchett. It is true that the microscopic black hole idea is an age-old science fiction mainstay which predates Pratchett by a long time, he was my original source for the idea, so that's what I'm putting.

7.Blown up by matter/antimatter reaction

You will need: 2,500,000,000,000 tons of antimatter

Antimatter - the most explosive substance possible - can be manufactured in small quantities using any large particle accelerator, but this will take some considerable time to produce the required amounts. If you can create the appropriate machinery, it may be possible - and much easier - simply to "flip" 2.5 trillion tons of matter through a fourth dimension, turning it all to antimatter at once.

Method: This method involves detonating a bomb so big that it blasts the Earth to pieces.

How hard is that?

The gravitational binding energy of a planet of mass M and radius R is - if you do the lengthy calculations - given by the formula E=(3/5)GM^2/R. For Earth, that works out to roughly 224,000,000,000,000,000,000,000,000,000,000 Joules. The Sun takes nearly a WEEK to output that much energy. Think about THAT.

To liberate that much energy requires the complete annihilation of around 2,500,000,000,000 tonnes of antimatter. That's assuming zero energy loss to heat and radiation, which is unlikely to be the case in reality: You'll probably need to up the dose by at least a factor of ten. Once you've generated your antimatter, probably in space, just launch it en masse towards Earth. The resulting release of energy (obeying Einstein's famous mass-energy equation, E=mc^2) should be sufficient to split the Earth into a thousand pieces.

Earth's final resting place: A second asteroid belt around the Sun.

Earliest feasible completion date: AD 2500. Of course, if it does prove possible to manufacture antimatter in the sufficiently large quantities you require - which is not necessarily the case - then smaller antimatter bombs will be around long before then.

6.Destroyed by vacuum energy detonation

You will need: a light bulb

Method: This is a fun one. Contemporary scientific theories tell us that what we may see as vacuum is only vacuum on average, and actually thriving with vast amounts of particles and antiparticles constantly appearing and then annihilating each other. It also suggests that the volume of space enclosed by a light bulb contains enough vacuum energy to boil every ocean in the world. Therefore, vacuum energy could prove to be the most abundant energy source of any kind. Which is where you come in. All you need to do is figure out how to extract this energy and harness it in some kind of power plant - this can easily be done without arousing too much suspicion - then surreptitiously allow the reaction to run out of control. The resulting release of energy would easily be enough to annihilate all of planet Earth and probably the Sun too.

Slightly possible.

Earth's final resting place: a rapidly expanding cloud of particles of varying size.

Earliest feasible completion date: 2060 or so.

Source: "3001: The Final Odyssey," by Arthur C. Clarke

5.Sucked into a giant black hole

You will need: a black hole, extremely powerful rocket engines, and, optionally, a large rocky planetary body. The nearest black hole to our planet is 1600 light years from Earth in the direction of Sagittarius, orbiting V4641.

Method: after locating your black hole, you need get it and the Earth together. This is likely to be the most time-consuming part of this plan. There are two methods, moving Earth or moving the black hole, though for best results you'd most likely move both at once.

Very difficult, but definitely possible.

Earth's final resting place: part of the mass of the black hole.

Earliest feasible completion date: I do not expect the necessary technology to be available until AD 3000, and add at least 800 years for travel time. (That's in an external observer's frame of reference and assuming you move both the Earth and the black hole at the same time.)

Sources: "The Hitch Hiker's Guide To The Galaxy," by Douglas Adams; SPACE.com

4.Meticulously and systematically deconstructed

You will need: a powerful mass driver, or ideally lots of them; ready access to roughly 2*10^32J

Method: Basically, what we're going to do here is dig up the Earth, a big chunk at a time, and boost the whole lot of it into orbit. Yes. All six sextillion tons of it. A mass driver is a sort of oversized electromagnetic railgun, which was once proposed as a way of getting mined materials back from the Moon to Earth - basically, you just load it into the driver and fire it upwards in roughly the right direction. We'd use a particularly powerful model - big enough to hit escape velocity of 11 kilometers per second even after atmospheric considerations - and launch it all into the Sun or randomly into space.

Alternate methods for boosting the material into space include loading the extracted material into space shuttles or taking it up via space elevator. All these methods, however, require a - let me emphasize this - titanic quantity of energy to carry out. Building a Dyson sphere ain't gonna cut it here. (Note: Actually, it would. But if you have the technology to build a Dyson sphere, why are you reading this?) See No. 6 for a possible solution.

If we wanted to and were willing to devote resources to it, we could start this process RIGHT NOW. Indeed, what with all the gunk left in orbit, on the Moon and heading out into space, we already have done.

Earth's final resting place: Many tiny pieces, some dropped into the Sun, the remainder scattered across the rest of the Solar System.

Earliest feasible completion date: Ah. Yes. At a billion tons of mass driven out of the Earth's gravity well per second: 189,000,000 years.

Source: this method arose when Joe Baldwin and I knocked our heads together by accident.

3.Pulverized by impact with blunt instrument

You will need: a big heavy rock, something with a bit of a swing to it... perhaps Mars

Method: Essentially, anything can be destroyed if you hit it hard enough. ANYTHING. The concept is simple: find a really, really big asteroid or planet, accelerate it up to some dazzling speed, and smash it into Earth, preferably head-on but whatever you can manage. The result: an absolutely spectacular collision, resulting hopefully in Earth (and, most likely, our "cue ball" too) being pulverized out of existence - smashed into any number of large pieces which if the collision is hard enough should have enough energy to overcome their mutual gravity and drift away forever, never to coagulate back into a planet again.

A brief analysis of the size of the object required can be found here. Falling at the minimal impact velocity of 11 kilometers per second and assuming zero energy loss to heat and other energy forms, the cue ball would have to have roughly 60% of the mass of the Earth. Mars, the next planet out, "weighs" in at about 11% of Earth's mass, while Venus, the next planet in and also the nearest to Earth, has about 81%. Assuming that we would fire our cue ball into Earth at much greater than 11km/s (I'm thinking more like 50km/s), either of these would make great possibilities.

Obviously a smaller rock would do the job, you just need to fire it faster. A 10,000,000,000,000-tonne asteroid at 90% of light speed would do just as well. See the Guide to moving Earth for useful information on maneuvering big hunks of rock across interplanetary distances.

Pretty plausible.

Earth's final resting place: a variety of roughly Moon-sized chunks of rock, scattered haphazardly across the greater Solar System.

Earliest feasible completion date: AD 2500, maybe?

Source: This method suggested by Andy Kirkpatrick

2.Eaten by von Neumann machines

You will need: a single von Neumann machine

Method: A von Neumann machine is any device that is capable of creating an exact copy of itself given nothing but the necessary raw materials. Create one of these that subsists almost entirely on iron, magnesium, aluminum and silicon, the major elements found in Earth's mantle and core. It doesn't matter how big it is as long as it can reproduce itself exactly in any period of time. Release it into the ground under the Earth's crust and allow it to fend for itself. Watch and wait as it creates a second von Neumann machine, then they create two more, then they create four more. As the population of machines doubles repeatedly, the planet Earth will, terrifyingly soon, be entirely eaten up and turned into a swarm of potentially sextillions of machines. Technically your objective would now be complete - no more Earth - but if you want to be thorough then you can command your VNMs to hurl themselves, along with any remaining trace elements, into the Sun. This hurling would have to be achieved using rocket propulsion of some sort, so be sure to include this in your design.

So crazy it might just work.

Earth's final resting place: the bodies of the VNMs themselves, then a small lump of iron sinking into the Sun.

Earliest feasible completion date: Potentially 2045-2050, or even earlier.

Source: "2010: Odyssey Two," by Arthur C. Clarke

1.Hurled into the Sun

You will need: Earthmoving equipment

Method: Hurl the Earth into the Sun. Sending Earth on a collision course with the Sun is not as easy as one might think; even though you don't actually have to literally hit the Sun (send the Earth near enough to the Sun (within the Roche limit), and tidal forces will tear it apart), it's surprisingly easy to end up with Earth in a loopy elliptical orbit which merely roasts it for four months in every eight. But careful planning can avoid this.

This is impossible at our current technological level, but will be possible one day, I'm certain. In the meantime, may happen by freak accident if something comes out of nowhere and randomly knocks Earth in precisely the right direction. Earth's final resting place: a small globule of vaporized iron sinking slowly into the heart of the Sun.

Earliest feasible completion date: Via act of God: 25 years' time. Any earlier and we'd have already spotted the asteroid in question. Via human intervention: given the current level of expansion of space technology, 2250 at best.

Source: "Infinity Welcomes Careful Drivers," by Grant Naylor


sumber : http://www.livescience.com/technology/destroy_earth_mp-1.html